Senin, 14 Maret 2011

HUKUM MEMAKAI WANGI-WANGIAN

Berikut beberapa penjelasan yang diambil dari buku al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah.

1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).

2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita, harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin Malik).

3. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : misk/kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al Khudriy).

4. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’i dari jalan Zainab).

5. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) bersama kami.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari Abu Hurairah).

6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila seorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat.” (Shahih riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah).

7. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).

8. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina/tuna susila.” (Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa).

Keterangan :

1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak dibedakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 menunjukan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta’ala, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita pakai. Demikian keterangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya’ di hadits ke-4 & 5 itu bisa jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat Isya’ itu dikerjakan di waktu malam.

3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat.

4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar ke mana-mana.

5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi.

6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamakannya sebagai perempuan zina.

Kesimpulan :

1. Perempuan dibolehkan bahkan sangat disukai memakai wangi-wangian di dalam rumahnya khususnya untuk suaminya (jika ada).
2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka wajib hukumnya membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.
3. Haram hukumnya bagi perempuan yang keluar rumah, baik keluar ke masjid apalagi ke tempat-tempat lain dengan memakai minyak wangi/harum-haruman/wangi-wangian.

Minggu, 13 Maret 2011

katika matahati terbit dan mulai panas....
kita enggan untuk melihat nya, apalagi keluar rumah....
tetapi di saat matahari terbenam..
kita bebondong-bondong melihat nya,
begitu pula dgn seeorang...
di saat dia msih d samping kita...
kita enggang untuk mnghiraukan nya,
bahkan kita selalu mnyakitinya...
tetapi di saat dia telah pergi
barulah kita mnyadari..
betapa berharganya seseorng itu bagi kita.....

Dan jika kamu mempunyai sebuah "KENANGAN"
Dengan seseorng jangan lah kamu lupakan kenangan it...
karena jika seseorng itu mati atau pergi dari mu...
mereka hanya bisa hidup dalam kenangan,
orang yang mengenang nya.....

By: hana hime midori
ipmawati puspa....

Minggu, 27 Februari 2011

Kunjungan Silaturahmi Ke PC Muara Badak

Assalamu'alaikum wr, wb!

inilah eksisnya teman2 ipm...
yang pkek baju biru it mantan ketum PDIPM KUKAR n yang d sampingx it adalah ipmawati puspa, yang d sampingx lagi it ipmawati verra,....
kngen am mereka... hehehe

SAhabat pena tw gk Muara badak adalah cabang dari pimpinan daerah kutai kartanegara....
hmm...cabang yang satu ini cukup jauh sakli....
dari tenggarong untuk menempunya membutuhkan waktu 2 jam lebih...cukup jauh kan........ memang muara badak itu dekat dengan samarinda, kalau dari samarinda dekat sekali hanya setengah jam saja untuk menempuh nya....
v smw terasa lebih ringan karna semangat dari teman-teman ipm kukar....
yang d dalam fto ini, yang memakai baju hijau itu ketum PD IPM kukar...
di dalam fto it kk jalil sedang memberi saran kepada ipm muara badak....

fto ipmawati gy...

ini fto ipmawati muara badak..... hmm... jadi kangen am mereka.... kami pnya crita lucu ne...
sahabat pena mw dengar gk???
pstinya mw kn... ceritax gni...
saat kk jalil dan kk agil berdiskusi untuk melaksanakan Pengkaderan.. kk jalil sering sekali mengucapkan kata bahwa PC IPM muara badak mati suri, karna tidak ad pengawasan dari kami, karna kk jalil sering mngucapkan mati suri salah seorang ipmawati yng bernama astia kelas 1 smp, bertanya kepada ipmawati puspa,
astia: kk apa sich mati suri????

puspa: ^.^...puspa memberi snyuman, karna dy bngung mw mnjelaskan apa, dan kk yani memberikan penjelasan
k'yani: de' mati suri itu di bilang mati v gak mati, n di bilang hidup v gak hidup... hehehe
kk yani n puspa tertawa dengan riang...
hahahaha.. karna mndengar petanyaan it...
n astia betnya lagi...
astia: v di sni gak ad yang mati suri kk...
puspa: d sni mmng gak ad yang mati suri de'. maksudx kk jalil td yang mati suri it organisasi IPM... hehe...
astia: och... sya kira d sni ad yang mati suri...
JRREEEEEENKKK..... gubrank....
hahahahhahahahhaha... maklum ank SMP... jadi belum mngerti...

Kunjungan silahturahmi ke Pimpinan cabang muara badak.....ini kakanda awwaluddin jalil js, kakanda jalil ini kader dari IPM kukar lo, n kakanda jalil adalan mantan ketua umum PW IPM KALTIM, hmm... walaupun sempat d blng am mantan ketua umum kukar kkanda handayani blng kacang lupa kulit saat muswil di balikpapan, tapi kakanda jalil msh tetap eksis juga pda ipm kukar.. hehehe... kk jalil memberi masukan kepada PC muara badak, mungkin kemaren PC ini mati suri karna tidak ad pengawasan dari PD IPM KUKAR, it lah yang d ucapkan kk jalil, oleh karena it kami dari ipm kukar ingin menghidupkan kembali ipm kukar yang lama mati suri....

foto yang satu ini tidak sengaja kami ambil untuk meberitahukan bahwa yang memakai baju hitam it mantan ketum PD IPM kukar yaitu kakanda ACHMAD MUBAROK... periode 2002 sampai 2004...
hmm... walaupun tidak di IPM lagi kakanda yang satu ini masih tetap eksis di dalam ikatan qta...
liat z, kakanda msh mnyempatkan diri untuk memberikan saran dan ilmu kepada kami semua saat di muara badak... hmmm... begitu senangx d ikatan ini.... bukan hanya mendapat teman yang banyaktetapi mendapat ilmu yang berlimpah....
yang d samping kkanda barok it adalah kepala sekolah SMA MUHAMMADIYAH muara badak, ayahanda kita yang satu ini mendukung sekali IPM untuk ad d sekolah muhammadiyah... ....
.................
SAhabat pena tw gk Muara badak adalah cabang dari pimpinan daerah kutai kartanegara....
hmm...cabang yang satu ini cukup jauh sakli....
dari tenggarong untuk menempunya membutuhkan waktu 2 jam lebih...cukup jauh kan........ memang muara badak itu dekat dengan samarinda, kalau dari samarinda dekat sekali hanya setengah jam saja untuk menempuh nya....
v smw terasa lebih ringan karna semangat dari teman-teman ipm kukar....
yang d dalam fto ini, yang memakai baju hijau itu ketum PD IPM kukar...
di dalam fto it kk jalil sedang memberi saran kepada ipm muara badak....

by Hana hime midori (ipmawati puspa)


Selasa, 15 Februari 2011

GHIBAH

Dosa Besar Ghibah.....

"Wahai sekalian orang yang berislam dengan lisannya, akan tetapi belum sampai iman kedalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti dan mencela kaum muslimin. dan janganlah mencari-cari aurat (aib) mereka. Karena barang siapa yang mencari - cari dan menelusuri aib saudaranya, niscaya Allah akan mencari-cari aibnya. dan barang siapa yang di cari aibnya oleh Allah maka Allah akan mempermainkannya (membongkar) aibnya walaupun ia berada di dalam rumanya" ( HR. Tirmidzi)

"Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing satu sama lain.Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging audaranya yang sudh mati??? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya allah maha penerim taubat lgi maha penyayang."(Al-Huj

Sabtu, 12 Februari 2011

PERSEMBAHAN TERINDAH

kesenangan yang amat sangat ku rasa

melihat betapa bahagianya mereka dalam ikatan ini

kurasa berbeda dengan yang dulu kurasakan....

selalu ada cerita kenangan yang manisss

menangis meringis malu kala ku ingat masa dulu

betapa sangat berat ku rasa perjuangan ini....

tapi tidak buat mereka

karena melangkah bersama

tertawa bersama

menangis bersama

jatuh cinta pun bersama.....

sedangkan aku!!!!!

sendiri mencintai ikatan ini

di tempat yang amat luas

dimensi waktu yang panjang...

tapi itulah perjuangan

walau tak ada yang mengenangnya

cukup aku saja..

karena ku sangat mencintainya

semoga juga mereka

cinta dengan ikatan ini.....